"Jahanam! Lelaki itu telah mempermalukanku di pasar tadi!. Kepalaku ditepuk-tepuknya, bibirku ditariknya hanya untuk melihat gigiku. Lalu sekujur tubuhku digerayanginya, memastikan tidak ada secuilpun koreng disana. Leherku diremas-remasnya juga punggungku. Puting susuku dipegang-pegangnya, juga kemaluanku di tengoknya berkali-kali. Setelah itu dia membayarku, dan menyeretku sepanjang jalan yang panas berdebu!" kata si Kambing betina dengan penuh semangat, kepada Ayam betina. Ayam pun segera pergi meninggalkan Kambing itu diikatannya. Dia bergumam,"Kambing, gila!"
Selamat menikmati sajian yang hangat, panas, dingin, gurih, manis, asem, pahit, pedas, dan berbagai cita rasa semuanya ada. Jika Anda puas, ajak Pacar, Teman, Saudara Anda berkunjung kesini. Anda puas Kami semangat menulis.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tehnik Membuat Paragraf Awal
Menulis cerita pendek membutuhkan teknik khusus. Kenapa? Kembali ke definisi, cerita pendek adalah cerita yang habis dibaca dalam sekali dud...
-
Judul buku : Rindu Penulis : Tere Liye Jumlah halaman : 544 Penerbit : Republika Alamat penerbit : Jl. Tamana Margasatwa No.12 Ragunan,...
-
Namaku Amarah Bensikwi, nama pemberian almarhumah Ibuku 30 tahun yang lalu. Ibuku meninggal ketika aku masih bayi, karena sakit yang diderit...
-
aduh... aduh... aduh... gadis itu berkata tanpa berseru tajam mengherankan pendengaranku mengharap pertolongan atau tidak? ampun... a...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar