Rabu, 23 Januari 2019

Cara Mudah Membuka Mata Bathin

Cara Membuka Mata BatinSebagian orang, tentu saja tertarik dengan

membuka mata batin. Saat mata batin terbuka, ia akan memiliki kepekaan
terhadap dunia gaib. Bisa berkomunikasi dengan makhluk halus, melihat
jin, dan bisa merasakan keberadaan energi tertentu. Namun, tidak sedikit
juga orang yang ingin membuka mata batin hanya sekadar agar memiliki
intuisi yang tajam.

Karena sebagian orang tak siap untuk terbuka tabir mata batinnya untuk
masuk dalam dunia gaib. Dan mereka lebih memilih agar dipertajam intuisi
yang ada di dalam dirinya. Memang, ketika intuisi ini tajam, ia bisa
tahu hal-hal di luar dari dirinya. Bisa juga bisa peka terhadap sesuatu
yang akan terjadi, memiliki firasat yang tajam sehingga bisa menuntunnya
ke arah yang sesuai dengan impiannya. Harapannya bisa tercipta ketika
daya mata batinnya memberikan petunjuk.

Ya, orang yang terbuka mata batinnya, ia akan lebih mudah peka terhadap
hal-hal di luar jangkauannya. Akan mudah pula menemukan jalan keluar
dari masalah yang dihadapinya. Namun, tahukah Anda bagaimana cara
membuka mata batin yang mudah?

Sesungguhnya, tidak ada yang mudah di dunia ini, apalagi instan. Pada
dasarnya, mudah atau tidaknya bergantung pada usaha dan cara pandang
Anda. Ketika Anda berpikir bahwa cara membuka mata batin itu mudah, maka
jadilah mudah. Begitu juga sebaliknya.

Sama halnya jika Anda ingin menjadi kaya. Lalu mindset Anda terprogram
bahwa begitu mudah untuk mendapatkan kekayaan, maka jadilah mudah. Dan
sebaliknya. Dalam tulisan ini, saya akan membagikan Anda bagaimana cara
membuka mata batin yang begitu mudahnya. Meski Anda bukanlah seorang
yang peka terhadap energi, Anda tak tahu dunia spiritual, supranatural,
atau metafisika, Anda pun bisa.

Siapa pun Anda yang masih merasa awam, maka sangat bisa membuka mata
batin. Dengan syarat, lakukan persis seperti apa yang akan saya jelaskan
nantinya. Dan ingat, tetap laksanakan dengan penuh keyakinan serta
kemantapan hati. Karena kedua hal itu sangat mempengaruhi keberhasilan.

Apabila ketika Anda melakukannya ada sedikit keraguan, maka sia-sialah
usaha Anda. Untuk itu, perlu tanamkan niat terlebih dulu dengan benar
agar usaha Anda bisa tercapai dalam membuka mata batin. Jika muncul
keraguan, maka segera tepislah dan usirlah keraguan itu. mantapkan hati
dan yakinkan diri Anda.

Sejatinya, begitu beragam teknik membuka mata batin. Mungkin saja apa
yang saya ajarkan ini bisa berbeda dengan paranormal lain atau pakar
lain. Karena setiap bidang keilmuan kami pun bisa juga berbeda.
Berhubung saya mendalami keilmuan tentang energi dan juga ilmu hikmah,
maka saya padukan keduanya.

Lebih tepatnya, saya akan mengajarkan dua cara, yaitu yang murni dari
energi alami. Hal ini bisa Anda lakukan bagi yang beragama selain Islam.
Atau bagi Anda yang Islam pun boleh melakukannya. Dan yang kedua, saya
ajarkan dengan cara menggunakan dasar ilmu hikmah, yaitu berupa bacaan
yang bersumber dari syariat Islam.

Lalu, apakah orang non-Islam juga boleh melakukan cara yang kedua? Ya,
tentu saja boleh. Karena pada dasarnya, Islam adalah /rohmatal
lil’alamin/. Rahmat bagi seluruh alam semesta. Siapa pun Anda boleh
menggunakannya selama hal itu nyaman untuk Anda.

Sekarang saatnya bagi saya untuk menjelaskan tata cara membuka mata
batin dengan energi alam. Anda akan saya ajak untuk bermeditasi. Karena
cara inilah yang sangat mudah dilakukan. Simak baik-baik dan lakukan
sesuai dengan langkah-langkahnya:

 1. Lakukan pada tengah malam pukul 12.00. Boleh kurang atau lebih. Bisa
    Anda kira-kira waktu tengah malam itu seperti apa. Waktu ini paling
    bagus karena kondisinya tenang, hening, dan sunyi.
 2. Pakailah pakaian yang longgar. Intinya agar Anda nanti tetap nyaman
    saat melakukan meditasi
 3. Anda bisa melakukannya sambil duduk bersila di lantai. Punggung
    tegak lurus dan jangan bersandar. Letakkan kedua tangan di atas
    lutut dengan posisi tangan terbuka ke atas sambil mempertemukan jari
    telunjuk dan ibu jari.
 4. Berdoalah terlebih dulu kepada Tuhan agar proses meditasi nantinya
    bisa berjalan dengan lancar. Niatkan dalam diri Anda untuk membuka
    mata batin. Anda bisa niat seperti ini, 
  “Ya Tuhan, tuntunlah untuk
    membuka mata batinku.”
Ucapkan dengan setulus dan sepenuh hati.
 5. Lalu, tariklah nafas lewat hidung sedalam-dalamnya dengan tidak
    memaksa. Tahan beberapa saat dan selama mungkin sesuai dengan
    kemampuan Anda. Kemudian hembuskan perlahan lewat mulut. Lakukan
    selama 3 x berturut-turut. Tarikan nafas Anda sambil diniatkan untuk
    menarik energi alam semesta dan menghimpunnya di dalam diri Anda.
    Dan saat mengeluarkan nafas sambil niatkan membuang seluruh energi
    negatif atau energi kotor dari dalam diri Anda.
 6. Saat hembusan yang terakhir pejamkan mata Anda. Dan bernafaslah
    seperti biasa. Amati keluar masuknya nafas Anda. Rasakan aliran
    energi dalam tubuh Anda. Mungkin Anda merasakan sensasi tertentu di
    bagian tertentu tubuh Anda. Biarkan itu terjadi.
 7. Pusatkan konsentrasi Anda pada cakra ajna (mata ketiga). Rasakan
    adanya aliran energi pada mata ketiga Anda. Bayangkan ada cahaya
    berwarna putih yang berada tepat di depan mata ketiga Anda. Cahaya
    itu secara perlahan membersihkan cakra ajna yang belum aktif.
 8. Rasakan aliran energi pada cakra ajna Anda. Rasakan pula bahwa mata
    ketiga Anda sudah aktif
 9. Apa yang terjadi pada Anda saat melakukan meditasi, biarkan saja.
    Bisa saja, karena Anda cukup peka, bisa masuk ke dimensi lain.
    Namun, hal itu tidaklah jadi soal. Jangan takut dan khawatir. Anda
    tetap bisa mengendalikan diri Anda. Andalah yang sepenuhnya
    menguasai diri Anda
10. Jika Anda sudah merasa cukup, maka Anda bisa mengakhiri meditasi.
    Secara perlahan, masuki kesadaran Anda dan buka mata Anda. Ucapkan
    syukur

Cara di atas bisa Anda lakukan beberapa kali sehingga Anda yakin sudah
benar-benar merasa mata batin Anda sudah terbuka. Lalu, bagaimanakah
cara mengetahui mata batin sudah terbuka? Mudah saja. Anda hanya
merasakannya saja.

Misalnya saja Anda sudah bisa merasakan hal-hal di luar diri Anda. Entah
merasakan ada yang aneh pada diri Anda. Apakah Anda semacam memiliki
intuisi yang lebih peka, bisa melihat atau merasakan keberadaan makhluk
halus, dan sebagainya. Intinya, Anda rasakan saja perubahan di dalam
diri Anda secara setiap saat.

Ketika Anda sudah merasa terbuka mata batinnya, Anda bisa memperkuat
mata batin Anda dengan cara meditasi yang sama. Hanya saja niatnya
diganti dengan menguatkan mata batin. Redaksi kata-kata bisa Anda ubah
sendiri sesuai dengan kenyamanan Anda.

Nah, sekarang saatnya bagi Anda yang beragama Islam untuk membuka mata
batin. Saya tidak mengajarkan meditasi kali ini. Meskipun tata caranya
bisa dilakukan dengan meditasi. Dalam hal ini, saya akan memberi amalan
kepada Anda doa membuka mata batin.

Doa ini sangat mudah dan pendek sehingga bisa Anda hafalkan. Sejatinya,
ada beberapa doa yang bisa digunakan untuk membuka mata batin. Namun,
saya hanya akan mengajarkan Anda pada satu jenis doa agar energinya bisa
lebih fokus. Berikut ini doa yang bisa Anda ucapkan untuk membuka mata
batin Anda.

“Bismillahi Rokhmatal Ghoiba Wassamawati Wal Ardhy, Allahumma Juz
‘Alaikal Bashor”.

Itulah bacaan singkat untuk membuka mata batin. Lalu, bagaimanakah cara
melakukan amalannya? Inilah tata caranya:

 1. Lakukan usai sholat fardhu (sholat wajib)
 2. Bacalah basmalah terlebih dulu lalu niatkan diri Anda. Anda bisa
    meniatkan sebagai berikut, “Ya Allah, atas ridho-Mu bukalah mata
    batinku.”
 3. Bacalah syahadat dan shalawat masing-masing 3 x
 4. Baca juga alfatihah 1 x
 5. Lalu, bacalah amalan tersebut 11 x
 6. Jika Anda sedang menstruasi (bagi wanita), Anda bisa menggantinya
    pada pagi hari dan sore hari dengan bacaan 11 x. Caranya sama,
    dimulai dari niat, baca syahadat, shalawat, dan fatihah (niatkan
    sebagai dzikir). Karena orang menstruasi dilarang baca Al-Quran.

Ketika Anda rutin melakukannya, maka Anda pun bisa membuka mata batin
Anda secara mandiri,insya allah  Oh ya, Anda pun bisa memadukannya dengan meditasi di atas. Justru, ketika Anda juga bermeditasi, maka kemudahan dalam
pembukaan mata batin Anda akan segera terwujud.

Dan ingat, ketika mata batin Anda sudah terbuka, secara otomatis indra
keenam Anda pun telah aktif. Sehingga gunakan untuk tujuan yang positif
dan tidak bertentangan dengan hati nurani Anda. Tidak merugikan diri
sendiri, lingkungan, dan orang lain.

Pergunakan secara baik dan bijak.Semoga artikel ini bermanfaat.Jangan lupa kasih bintang dan komentar :

"Mohon ijin untuk mengamalkannya".

Insya allah berhasil.

Selasa, 22 Januari 2019

Mpu Sindok

Mpu Sindok adalah raja pertama Kerajaan Medang periode Jawa Timur yang memerintah sekitar tahun 929 - 947 M, bergelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmatottunggadewa

Mpu Sindok dianggap sebagai pendiri dinasti baru bernama Wangsa Isana.
Semasa pemerintahan Dyah Tulodhong, dia menjabat sebagai Rakai Mahamantri Halu.  Sedangkan pada masa pemerintahan Dyah Wawa, naik pangkat menjadi Rakai Mahamantri Hino. Kedua jabatan tersebut merupakan jabatan tingkat tinggi yang hanya dapat diisi oleh keluarga raja. Dengan demikian, Mpu Sindokmerupakan seorang bangsawan kelas tinggi dalam Kerajaan Medang.

Mpu Sindok memiliki permaisuri bernama Sri Parameswari Dyah Kebi putri Rakai Bawa. Sejarawan Poerbatjaraka menganggap Rakai Bawa sama dengan Dyah Wawa. Dengan demikian, Mpu Sindok dianggap sebagai menantu Dyah Wawa. Namun, Rakai Bawa adalah nama suatu jabatan, sedangkan Dyah Wawa adalah nama orang, sehingga keduanya tidak bisa disamakan.

Stutterheim menemukan tokoh Rakai Bawang Mpu Partha, yaitu seorang pejabat zaman pemerintahan Mpu Daksa. Menurutnya, Mpu Partha ini lebih tepat dianggap sebagai ayah Dyah Kebi daripada Dyah Wawa.

Selain itu ditemukan pula nama Rakryan Bawang Dyah Srawana yang bisa juga merupakan ayah dari Dyah Kebi.

perpindahan Pemerintahan

Istana Kerajaan Medang pada awal berdirinya diperkirakan terletak di daerah Mataram (dekat Yogyakarta sekarang). Kemudian pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dipindah ke Mamrati (daerah Kedu). Lalu, pada masa pemerintahan Dyah Balitung sudah pindah lagi ke Poh Pitu (masih di sekitar Kedu). Kemudian pada zaman Dyah Wawa diperkirakan kembali ke daerah Mataram.

Mpu Sindok kemudian memindahkan istana Medang ke wilayah Jawa Timur sekarang. Dalam beberapa prasastinya, ia menyebut kalau kerajaannya merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah. Misalnya, ditemukan kalimat Kita prasiddha mangraksa kadatwan rahyangta i Bhumi Mataram i Watugaluh.

Menurut teori van Bammelen, istana Medang di Mataram hancur akibat letusan Gunung Merapi yang disertai gempa bumi dan hujan material vulkanik. Tidak diketahui dengan pasti apakah bencana alam ini terjadi pada masa pemerintahan Dyah Wawa ataukah pada pemerintahan Mpu Sindok.

Mpu Sindok memimpin penduduk Medangyang selamat pindah ke timur. Ia membangun ibu kota baru di daerah Tamwlang (prasasti Turyan, 929). Kemudian istana dipindahkan keWatugaluh (prasasti Anjukladang, 937). BaikTamwlang maupun Watugaluh diperkirakan berada di sekitar daerah Jombang sekarang. Sekarang menjadi daerah Tembelang dan Megaluh.

Riwayat Pemeeintahan

Mpu Sindok merupakan raja pertamaKerajaan Medang periode Jawa Timur. Sedangkan yang menjabat sebagai Rakai Mapatih Hino adalah Mpu Sahasra.Pemerintahan Mpu Sindok cukup banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti.

Prasasti Turyan tahun 929 berisi permohonanDang Atu Mpu Sahitya terhadap tanah di barat sungai desa Turyan supaya dijadikan sebagai tempat bangunan suci.

Prasasti Linggasutan tahun 929 berisi tentang penetapan desa Linggasutan, wilayah Rakryan Hujung Mpu Madhura Lokaranjana, sebagai sima swatantra untuk menambah biaya pemujaan bathara di Walandit setiap tahunnya.

Prasasti Gulung-Gulung masih dari tahun 929berisi tentang permohonan Rake Hujung Mpu Madhura agar sawah di desa Gulung-Gulung dijadikan sima bagi bangunan suciMahaprasada di Himad.

Prasasti Cunggrang juga bertahun 929 berisi tentang penetapan desa Cunggrang sebagaisima swatantra untuk menrawat makamRakryan Bawang Dyah Srawana, yang diduga sebagai ayah dari sang permaisuri Dyah Kebi.

Prasasti Jru-Jru tahun 930 berisi tentang permohonan Rake Hujung Mpu Madhurasupaya desa Jru-Jru di daerah linggasutan dijadikan sima swatantra untuk merawat bangunan suci Sang Sala di Himad.

Prasasti Waharu tahun 931 berisi tentang anugerah untuk penduduk desa Waharu yang dipimpin Buyut Manggali, karena setia membantu negara melawan musuh.

Prasasti Sumbut juga bertahun 931 berisi tentang penetapan desa Sumbut sebagai sima swatantra karena kesetiaan Mapanji Jatu Ireng dan penduduk desa itu menghalau musuh negara.

Prasasti Wulig tanggal 8 Januari 935 berisi tentang peresmian bendungan di Wuatan Wulas dan Wuatan Tamya yang dibangun para penduduk desa Wulig di bawah pimpinan Sang Pamgat Susuhan. Peresmian ini dilakukan oleh seorang istri Mpu Sindok bernama Rakryan Mangibil.

Prasasti Anjukladang tahun 937 berisi tentang penetapan tanah sawah di desa Anjukladangsebagai sima swatantra dan persembahan kepada bathara di Sang Hyang Prasada, serta pembangunan sebuah jayastambha atau tugu kemenangan. Tugu ini sebagai peringatan atas kemenangan melawan serangan Kerajaan Sriwijaya yang mencapai daerah tersebut.

Akhir Hayat

Mpu Sindok meninggal dunia tahun 947 dan dicandikan di Isanabajra atau Isanabhawana.Meskipun dirinya seorang penganut Hindualiran Siwa, namun tetap menaruh toleransi yang besar terdapat agama lain. Misalnya, ia menganugerahkan desa Wanjang sebagaisima swatantra kepada seorang pujangga bernama Sri Sambhara Suryawarana, yang telah berjasa menulis kitab Buddha aliranTantrayana, berjudul Sang Hyang Kamahayanikan.

Menurut prasasti Pucangan, Mpu Sindokdigantikan oleh putrinya yang bernama Sri Isana Tunggawijaya. Raja perempuan ini memerintah bersama suaminya yang bernamaSri Lokapala

Senin, 21 Januari 2019

Tentang Semar

Munadi memotong cerita Ki Dalang, tepat ketika dia bercerita tentang Semar.

"Bukankah sosok Semar diciptakan oleh Sunan Kalijaga, Ki?" tanyanya dengan percaya diri.

"Memangnya kenapa?! Aku sedang menceritakan pribadinya, bukan asal usulnya!"

Munadi terdiam dalam seribu bahasa.

Sabtu, 19 Januari 2019

Serigala Jantan Si Manusia Buangan

Kontet hitam dekil kegemaran lalat dan kecoa yang menempel di punggung dan rambutnya, mengikutinya dengan pamrih yang setia. Gimbal, berkudis, dan kurap hiasan tubuhnya. Tidak mengenal bersuci pun bertata krama. Hanya sebentuk makhluk bernyawa yang tinggal di tepi rawa. Terlahir cacat dan tidak sempurna, dibuang orangtuanya karena kutukan Dewa. Semasa bayi hingga dewasa dia diasuh keliaran serigala

Melolong dia memandang rembulan, seakan mengadukan nasibnya pada sang Pencipta. Mengenang keburukan yang dikandung badan, medengar ratapan birahinya sepanjang pendengaran. Buas dan beringas, kejahatan yang tiada terbatas. Mengawini Ibu asuhnya dengan tiada puas. Sang serigala betina meratap dalam beban dan tindihan yang berat.

"Bukan seperti kami yang pantas engkau kawini, Anakku!"

"Siapa lagi, yang pantas?!"

"Mereka yang berdiri dengan dua kakinya!"

"Tetapi kemarin aku mengawini seekor Kera betina, Ibu. Dia mati dalam dahsyatnya gerakan tubuhku!"

"Bukan mereka, Anakku! Mereka adalah dari bangsa dan jenismu sendiri, hanya lebih sempurna dari yang engkau punya."

"Aku akan mencarinya, Ibu!"

"Tapi engkau akan kehilangan nyawa, Anakku. Mereka akan marah padamu, meneriakimu, dan memperlakukuanmu dengan kejahatannya."

"Aku akan mencobanya, Bu!"

"Pergilah, Sayang!

Maka perilakunya adalah seperti serigala juga layaknya, saling menjilati bulu yang dilakukan. Sehingga bangkitlah kembali birahi sang anak pada Ibunya. Serigala berina tua itu meraung dengan dahsyatnya, perpadu antara rasa kesakitan dan kasih sayang. Melayani anak asuhnya dengan cinta dan penderitaan raga tuanya. Dia mati dalam pondongan sang durhaka.

Mengaum sang manusia denganm. lengkingan bangsa serigala, khabarkan kematian sang ibu tercinta. Rasa sedihnya membanjiri seisi rimba, sahut menyahut mereka melolong dalam ratap kesedihan. Para gadis serigala berlarian masuk ke dalam lubang, takut menjadi korban senggama anak durhaka.

" Pergilah keluar hutan!" teriak serigala jantan tua yang meratapi kematian istrinya.

Meski murka, manusia serigala rerpaksa menurutinya. Meninggalkan gerombolannya, melupakan kawanannya. Berjalan dengan amarah dan sesaknya dada, menembus rimba tak seekor pun menyapa. Bahkan dedaunan berpaling dari penglihatannya, rumput pun menjadi layu tak bernyawa.

Sedih dan dendam mengiringi perjalanan meninggalkan hutan kegelapan, menapak gontai ke tempat suatu kaum yang telah lama memusuhinya. Dan kata Ibu asuhnya, mereka jugalah kaumnya yang sesungguhnya. Yang hanya pada mereka bolehlah dia memadu cinta, melampiaskan hasrat asmaranya yang membara bagai api neraka.

Dia berhenti di pinggiran hutan dengan waspada, karena mencium bau tubuh manusia yang masih tujuhpuluh hasta jauhnya. Dan terlihatlah sesosok itu sedang menghajar bumi dengan tongkatnya (mencangkul), inikah mahluk yang boleh dikawininya. Ketika dia mendekat dari balik semak, wajah dan penampilan manusia itu tidak menarik hatinya. Kepalanya besar dan pipih (mengenakan caping), dan dari mulutnya mengeluarkan asap putih (merokok).

Tetapi karena ini adalah kaum dari jenisnya, maka mungkin dia dapat dikawininya. Manusia serigala segera menyergap makhluk itu dengan segala nafsunya, menungganginya seperti dia menunggangi Ibu asuhnya. Tidak bisa, makhluk itu malah memukulkan kayu yang besar ke batok kepalanya. Manusia serigala melolong kesakitan, dia harus melarikan diri ke dalam hutan karena darah dalam kepalanya telah bercucuran.

Di tempat persembunyiannya, dia teringat pesan Ibu asuhnya.

"Tapi engkau akan kehilangan nyawa, Anakku. Mereka akan marah padamu, meneriakimu, dan memperlakukuanmu dengan kejahatannya!"

Tetapi itu menjadi sangat tidaklah utama lagi baginya, dia hanya ingin menggauli dari jenisnya. Bukan serigala, bukan kera, tetapi manusia dari jenisnya.

Malam merambat datang mengusir senja termaram, kepak sayap burung kembali ke sarang memecah kesunyian. Manusia tak bernama yang dibesarkan kaum serigala masih terdiam di dalam semak, matanya tajam menatap ke arah perkampungan. Seseorang harus menjadi korban pelampiasan nafsu berkawinnya yang semakin memuncak, seseorang yang bukan seperti ditemuinya siang hari

Akhirnya gelap mengikat malam dengan cahaya hitamnya yang pekat, nalurinya yang kuat menyuruhnya segera pergi mencari mangsa. Mangsa untuk dikawininya, korban untuk digaulinya, seseorang yang bisa meredam gelinjang murka birahi asmaranya.

Disini tempatnya, disini yang bukan tempat melampiaskan syahwatnya. Dia berlari ke puncak bukit kemarahan. Melolong sebagaimana pemuda serigala yang dikuasai api kemarahan. Dia akan kembali ke kawanan dimana dia dibesarkan. Mengejar serigala perawan, meskipun itu akan menyulut perselisihan dan kemarahan kawan. Dia adalah serigala jantan, bukan manusia buangan.

Ikan Setengah Kilo

Penjual Ikan menengadahkan wajahnya kepada pembeli yang cerewet.

"Ikan sekecil ini harganya Rp.20.000 sekilo! Bapak jualan apa ngerampok, sih?"

"Sungguh, Bu. Saya hanya ambil keuntungan sedikit saja."

"Rp.10.000 saja, ya?!"

"Rp.19.000, Bu!"

"Rp.12.000!"

"Sudah, saya jual harga kulakan saya saja ya, Bu. 18.000!"

"Uang saya hanya tinggal Rp.12.000, Pak!"

"Baiklah, saya kasih harga Rp.10.000 saja setengah kilo. Bagaimana, Bu?"

"Dari tadi kenapa? Ya sudah, bungkus saja!"

Pedagang daging Ayam terkejut mendengar tawar menawar ini. Pedagang Ikan tersenyum, pembeli itupun tersenyum. (Tamat)

Dia Menggerayangi Sekujur Tubuhku

"Jahanam! Lelaki itu telah mempermalukanku di pasar tadi!. Kepalaku ditepuk-tepuknya, bibirku ditariknya hanya untuk melihat gigiku. Lalu sekujur tubuhku digerayanginya, memastikan tidak ada secuilpun koreng disana. Leherku diremas-remasnya juga punggungku. Puting susuku dipegang-pegangnya, juga kemaluanku di tengoknya berkali-kali. Setelah itu dia membayarku, dan menyeretku sepanjang jalan yang panas berdebu!" kata si Kambing betina dengan penuh semangat, kepada Ayam betina. Ayam pun segera pergi meninggalkan Kambing itu diikatannya. Dia bergumam,"Kambing, gila!"

Jumat, 18 Januari 2019

Mamba Lovely!

Trail itu melaju kencang di perempatan yang sedang ramai, tanpa rem menembus lalu-lalang kendaraan yang ada akhirnya harus mengerem mendadak. Diantara caci maki para sopir, dan sumpah serapah pengemudi angkutan. Lalu membuat atraksi standing (mengangkat roda depannya) dengan lihai, para pedagang kaki lima di sekitaran jalanan itu memberi aplause dengan sangat meriah dan antusias. Mereka selalu terhibur saat pengendara itu melewatinya, sementara orang lain yang baru menyaksikannya cuma bisa melongo keheranan.

Meninggalkan perempatan yang akhirnya normal kembali itu, sepeda motor itu berbelok ke arah kanan. Di jalanan yang lengang itu kembali aksi standing dia perlihatkan, bahkan sekarang dengan mengangkat kedua tangannyanlepas dari stang sepeda motor. Di sebuah pintu gerbang sebuah kampus, sepeda motor itu memperlambat lajunya. Hanya sampai depan pos scurity, setelahnya dia jumping lagi hingga ke tempat parkir kampus. Dua orang scurity yang sudah hafal atraksi itu hanya menggeleng-gelengkan kepala, tetapi beberapa mahasiswa yang sudah lama menunggunya di tempat parkir itu bersorak-sorak gembira.

Mesin motor sudah dimatikannya, dengan lihai dia mengait satandard motor dengan kaki kirinya. Beberapa orang mahasiswi menghambur ke samping pengendara itu, dengan sabar menantinya membuka helm teropongnya.
Dan ketika helm itu sudah terlepas dari kepalanya, munculah seraut wajah cantik jelita dengan rambut panjangnya yang terurai indah. Aisyah 'Mamba' Dewi Masithah, mahasiswi semester akhir Fakultas Psikologi. Sudah bisa ditebak darimana dia mendapatkan gelar Mamba (sejenis ular paling mematikan di dunia) itu, karena Aisyah adalah gadis pandai yang tidak mudah disentuh.

"Seperti biasa... telat lagi lu, Is!" kata Neni, yang langsung membantu membuka jaket kulit sahabatnya itu.

"Kelas baru mulai jam 09.00 kan?" jawab Aisyah, sambil mulai berjalan merangkul bahu dua sahabatnya Neni dan Tria.

"Iya, sih. Tapi kita sudah janji hunting materi di perpus, kan?" sergah Tria yang mungil dan berkacamata itu.

"Masalah itu, serahkan padaku. Aku sudah japri Kang Memet, dia sudah bersedia menyiapkan materi-materi yang kita butuhkan." jawab Aisyah enteng.

"Kang Memet yang jualan buku, itu?" tanya Neni setengah tidak mempercayai ucapan sahabatnya itu.

"Iya, lah! Siapa lagi? Emang ada Kang Memet lain yang kamu kenal, ha?"

"Hahahaha!" mereka tertawa bersama-sama, sebelum tawa mereka terhenti mendadak karena mendengar raungan sepeda motor di dekatnya. Mereka segera menepi dengan terkejut, lalu bersama-sama memelototu sang pengendara tengil itu.

"Gadis gila!" teriak Tria, yang paling terkejut diantara mereka. Neni menyepak kaki Agnes sang pengendara, dan Aisyah memukul lembut helmnya.

Ketika helm dibuka, tampaklah seraut wajah oriental dengan mata sipitnya. Dia nyengir kepada ketiga sahabatnya itu, sebelum, akhirnya memarkir sepeda motornya disamping ketiga trail milik mereka. Trail berwarna merah dengan kapasitas mesin 250cc milik Aisyah, yang kuning milik Tria, warna biru milik Neni, dan milik Agnes berwarna hijau.

"Komang belum datang?" tanyanya.

"Kita akan mengunjunginya sepulang kuliah, dia sedang kurang enak badan." jawab Neni pelan.

"Baiklah." kata Agnes, yang sudah berjalan diantara ketiganya.

Aisyah, Agnes, Komang, Neni, dan Tria, adalah lima sekawan motor trail. Hanya mereka berlima saja, berulang kali mereka menolak bergabungnya pemotor lain. Karena mereka tidak sedang membentuk club sepeda motor. Tetapi ini adalah bentuk kekariban antara mereka, mereka sudah bersahabat sejak bangku SMP. Mereka sudah terbentuk sejak saat itu, mereka masuk SMA yang sama, bahkan kuliah pun mereka di tempat yang sama, dengan jurusan yang sama pula.

****

Usai kuliah, mereka berempat langsung membuat kebisingan di tempat parkir. Mesin sepeda motor mereka bleyer-bleyer sedemikian rupa. Seperti biasanya, semua mobil dan motor menyimpang dengan sendirinya. Mereka takut berurusan dengan kelompok para gadis ini, beberapa kejadian sebelumnya mengajari mereka untuk mengalah.

Keempat motor itu meninggalkan halaman parkir kampus, dengan meninggalkan polusi asap putih yang tebal penuh timbal. Menuju jalan raya aksi mereka syngguh sangatlah gila, berzigzag diantara rapatnya mobil dengan kecepatan tinggi. Lalu masuk jalan tol untuk sepeda motor, disinilah kegilaan mereka menjadi hiburan bagi pengendara motor yang lain.

Mereka membentuk formasi dalam posisi standing, bermacam-macam gaya dan keahlian berkendara mereka tunjukkan. Ketika tiba-tiba mereka melihat sebuah sepeda motor yang tergeletak di sisi jalan tol itu, di dekatnya tampak seorang wanita yang sedang kebingungngan. Keempat pengendara itu pun segera menepikan sepeda motornya, lalu mengadakan komunikasi dengan wanita itu. Neni menenangkan wanita yang gemetaran itu, Tria memberdirikan sepeda motor yang tergeletak di pinggir jalan itu. Agnes membeeinya minum dengan botol air mineral, sembari mengajaknya berkomunikasi.

Sementara Aisyah tetap berada di atas trail menunggu aba-aba, karena mereka yakin wanita itu adalah korban kejahatan orang tidak bertanggung jawab. Agnes kemudian bertanya kepada wanita sekira umur 30 tahunan itu, setelah dia yakin kondisi wanita itu sudah stabil.

"Apa yang terjadi, Mbak? Ceritakan kepada kami, semoga bisa membantu semampunya."

"Saya habis dirampok, tas saya dibawa kabur oleh dua orang perampok, setelah berhasil menjatuhkan sepeda motor dan saya."

" Mengendarai apa mereka, Mbak? Apa warna tas yang mereka rampok?" tanya Agnes lagi. Dan wanita itu sedang mencoba mengingat-ingat ciri-ciri pelaku, sepanjang yang dianlihat sebelum ketakutan menguasainya tadi.

"Dua orang mengendarai RX mengenakan jaket kulit hitam, keduanya tidak mengenakan helm, sedangkan tas saya berwarna coklat."

"RX, Jaket kulit hitam, tanpa helm, tas coklat, Is!" begitu selesai kata-kata Agnes, Aisyah sudah menggeber motor trailnya menembus keramaian tol khusus sepeda motor itu. Dalam perjalanan dia mengadakan kontak dengan Polsekta setempat, dan melaporkan kemana arah pengejarannya. Polisi yang mendapat laporannya, segera mengadakan pencegatan sistematis di semua ujung jalan keluar tol itu.

Lima menit pengejaran, Aisyah melihat tersangka sedang menepi dibangunan bekas Rest Area yang sudah tidak terpakai. Rupanya mereka sedang asyik membongkar hasil jarahannya, sehingga tidak menyadari kedatangan Aisyah. Sebelum turun dari motornya, Aisyah sempat mengirimkan sandi keoada Polsekta tentang keberadaan tersangka itu. Perlahan Aisyah turun dari motornya, melepas helmnya dan berjalan perlahan ke arah dua perampok yang lengah itu. Ketika mereka menyadarinya itu sudah terlambat, Aisyah sudah mencabut kunci kontak sepeda motor pelaku.

"Heh, siapa Kau! Berani-beraninya mengambil kunvi kontak motor kami, ada apa sebenarnya butet?!" logak Batak yang kental terdengar dari salah seorang perampok itu.

"Jangan cem-macem ya, Sampeyan!" satu lagi berlogat Madura.

"Kembalikan tas wanita yang kalian rampok tadi! Jika tidak, kalian akan menyesal berurusan dengan 'Si Mamba'!" gertak Aisyah dengan serius.

Oh, Sampeyan yang bergelar Mamba. Bo-abo...  sangat kebetulan saya sedang mencari sampeyan, aaya mau balas perlakuan sampeyan pada anak buah saya!"

"Jangan banyak, bacot! Serahkan segera tas itu, atau kalian menunggu babak belur dulu?!"

"Kurang ajar, rasakan ini!" teriak si Batak sambil melompat menyerang dengan pukulan lurus ke arah wajah Aisyah, pukulan itu meleset karena dengan lihai gadis itu menghindar. Belum sempat berbalik untuk menyerang lagi, satu tendangan telak dari Aisyah bersarang di ulu hati si Batak. Laki-laki brewok itu mengerang keras, sebelum tubuh gempalnya jatuh di rerumputan.

"Terima ini!" tiba-tiba si Madura nenyerang Ais dengan pisau lipat, hampir saja itu merobek lehernya seandainya dia tidak menangkis dengan jurus pencak silatnya. Pisau itu pun terlepas karena pukulan ke arah sendi bahu yang kuat, bahkan seketika tangan si Madura terkulai tak berdaya karena terpukul keras urat syarafnya. Kesempatan itu tidak disia-siakannya, dengan satu pukulan lagi ke arah rahang si perampok membuatnya terkapar tidak bisa bangun lagi. Aisyah segera mengamankan tas berwarna coklat itu, memasukkan semua yang sudah dikeluarkan oleh para begal itu.

Sebentar kemudian berdatanganlah Polisi bersenjata laras panjang, Komandan mereka menghampiri Aisyiah... dia adalah Wasito, seorang Kanit URC di Polsekta yang juga kekasih hatinya.

"Kamu sudah menyelesaikan kasus ini seorang diri lagi,Ais. Lama-lama, aku akan menjadi Polisi yang memakan 'gaji buta." kata Wasis sambil menepuk pundak kekasihnya,"Kenapa kamu tidak masuk menjadi Polisi saja, sayang?'

" Kita sudah membicarakannya, kan? Aku tidak mau bertengkar di depan semua anak buahmu, Ndan." jawab Aisyah sembari menyerahkan tas coklat barang bukti itu, karena dia melihat ketiga temannya sudah ada di lokasi itu juga.

"Aku tunggu traktiranmu, nanti malam di cafe biasanya!" kata Aisyah, yang segera diikuti suara teman-temannya.

"Kami juga, Komandan!"

Wasito memberi hormat, kemufian mengacungkan jari jempilnya ke arah para 'Gafis Pengendara' itu. Dan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat kekasih dan teman-temannya itu meninggalkan lokasi dengan kebisingan yang luar biasa.

"Dasar, Mamba Lovely!" teriaknya tidak berbalas.

(Tamat)

Tehnik Membuat Paragraf Awal

Menulis cerita pendek membutuhkan teknik khusus. Kenapa? Kembali ke definisi, cerita pendek adalah cerita yang habis dibaca dalam sekali dud...